Rabu, 11 April 2012

Pengertian Danau Tondano dan Ekosistem Danau


PENGERTIAN DANAU TONDANO DAN EKOSISTEM DANAU

1.    Apa pengertian danau?
2.    Apa pengertian ekosistem danau?
3.    Danau-danau apa saja yang ada di Sulawesi Utara dan Indonesia?
4.    Apa saja komponen ekosistem danau?

A.   PENGERTIAN DANAU
Pengertian danau menurut UNEP (2001):
          Danau adalah badan air yang berbentuk seperti baskom atau mangkok yang terjadi secara alami karena bencana alam yang besar seperti aktivitas gunung berapi. Terdapat juga danau buatan manusia yang disebut waduk atau bendungan yang dibentuk karena memotong aliran sungai.
          Pengertian danau menurut Kementerian Lingkungan Hidup (2008):
Danau adalah wadah air dan ekosistemnya yang terbentuk secara alamiah termasuk situ dan wadah air sejenis dengan sebutan istilah local.

B.    PENGERTIAN EKOSISTEM DANAU
Ekosistem adalah sebuah system ekologi yang terbentukoleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkunganya. Lingkungan terdiri dari ekosistem dan ekosistem terdiri dari komponen:
a.    Fisik seperti batu, bukit, gunung, tanah, air, suhu, iklim dan lain-lain
b.    Fauna dan flora (hewan dan tumbuhan)
Sumber daya alam adalah bagian dari kedua komponen ekosistem tersebut. Komponen fisik letaknya berbeda-beda, yaitu: di danau, di laut, di pantai, di dataran rendah, di dataran tinggi, di pegunungan, dan lain-lain. Oleh karena itu ada ekosistem danau, ekosistem laut, ekosistem pantai, ekosistem dataran rendah, ekosistem dataran tinggi, ekosistem pegunungan, dan lain-lain. Terdapat empat fungsi ekosistem yaitu:

a.    Hubungan interdepedensi (hubungan saling kait-mengait)
Hutan berfungsi sebagai habitat flora-fauna, penyimpan air, penyerap CO2, sebagai pengatur iklim, dan mampu mengudang hujan. Jika hutan ditebang (gundul), tidak ada lagi hijau daun (klorofil) yang melepas oksigen yang nanti bersama dengan penguapan air laut akan menjadi salah satu factor pencetus hujan. Hutan yang gundul memiliki potensi penyebab erosi 20 kali lebih besar, bahkan lebih dari keadaan normal. Karena jumlah aliran permukaan pada hutan gundul akan meningkat pada saat hujan lebat. Sebaliknya sumber air sungai menurun karena daya simpan air daerah tersebut telah berkurang. Hubungan saling kait-mengkait yang terputus ini akan menyebabkan kekeringan di musim kemarau dan banjir di musim hujan yang lebat. Jika hutan di DAS (daerah aliran sungai) Tondano ditebang maka terjadi erosi yang berdampak pada sedimentasi dan pendangkalan danau Tondano.

b.    Diverity Ekosistem
Danau terdiri atas komponen fisik (air dan tanah), dan non fisik (mikroorganisme, fauna dan flora). Semakin luas jaringannya, maka semakin stabil ekosistemnya. Mata rantai komponen-komponen ini memiliki fungsi kemantapan ekosistem, sehingga tidak mudah dipengaruhi factor eksternal dan fungsi danau tetap berlanjut. Jika keanekaragamannya sempit dikuatirkan adanya predator yang lebih kuat dari yang dia makan, sehingga ekosistem menjadi rapuh dan fungsi danau terganggu.

c.    Keseimbangan
Setiap komponen ekosistem mempunyai fungsi menjaga keseimbangan. Tanaman air enceng gondok di danau berfungsi antara lain sebagai penyerap cemaran air. Tetapi akibat pertumbuhan yang tidak terkendali yang hampir menutupi sebagian besar perairan danau akan berdampak negative terhadapkeberlanjutan danau. Tanaman ini dapat menjadi penyebab suksesi danau menjadi daratan, mengganggu lalu lintas perairan danau dan menghalangi masuknya sinar matahari masuk ke dalam air untuk proses fotosintesis. Maka kehadiran tanaman enceng gondok yang tidak terkendali dapat mengancam keseimbangan fungsi ekosistem danau.

d.    Sustainable
Meningkatnya jumlah kerambak atau jaring apung di danau tondano
dapat menyebabkan pencemaran air dan pendangkalan akibat pakan ikan yang tidak terkonsumsi ikan. Pengambilan ikan yang berlebihan dan tidak menyisakan modal petelur akan menyebabkan terputusnya produksi ikan. Membuang air limbah langsung ke perairan danau berdampak pada peningkatan eutrofikasi dan pertumbuhan enceng gondok yang amat cepat, selanjutnya terjadi penyempitan dan suatu saat danau berubah menjadi daratan. Maka keberlanjutan fungsi danau akan terhenti. Ekosistem danau merupakan danau dan semua komponen serta interaksi antar komponen yang mempengaruhi keberlanjutan fungsi danau. Menurut Kementrian Lingkungan Hidup (2008), ekosistem danau adalah ekosistem akuatik perairan danau dan ekosisten terrestrial daerah tangkapan air danau.

C.   KOMPONEN EKOSISTEM DANAU
Ekosistem yang menjadikan lingkungan alam, lalu lingkungan alam menjadi lingkungan hidup. Ada lingkungan alam yang tidak mempunyai lingkungan hidup. Contohnya: Bulan mempunyai bukit dan gunung, tetapi tidak mempunyai flora dan fauna, sehingga bulan tidak mempunyai lingkungan hidup walaupun mempunyai lingkungan alam. Supaya manusia tetap survive hidup, maka lingkungan alam harus tetap menjadi lingkungan hidup. Supaya tetap menjadi lingkungan hidup, harus ada komponen biotik yakni flora dan fauna diatas lingkungan fisik dengan mengindahkan empat ciri atau fungsi ekosistem di atas. Sumber daya alam adalah bagian dari komponen-komponen fisik dan flora/fauna, sehingga kalau sumber daya alam dipakai untuk pembangunan, harus mengindahkan empat fungsi ekosistem tersebut. Jadi, pembangunan dan pemanfaatan sumberdaya alam boleh ada tetapi empat fungsi ekosistem tidak boleh terhenti. Komponen ekosistem danau terdiri atas komponen lingkungan dan kegiatan, yang meliputi:
a.    Komponen lingkungan terdiri atas lingkungan fisik-kimia, biologi, dan sosial-ekonomi-budaya di perairan dan sekitar danau.
b.    Komponen kegiatan meliputi kegiatan masyarakat di perairan danau, kegiatan pemukiman, kegiatan pertanian, perikanan, kegiatan pariwisata, perkantoran, dan lain-lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar